CIPONGKOR,(GM)-
Pesta minuman keras (miras) oplosan yang dilakukan dua orang pria dan tiga perempuan di objek wisata Cipanas, Desa Rajamandala, Kec. Cipatat, Kab. Bandung Barat (KBB) berakhir tragis, Selasa (15/3) malam.
Salah seorang di antaranya, Nurcahyati (18), warga Perumahan Cipatat Elok, RT 15/RW 03, Desa Ciptaharja, Kec. Cipatat tewas, diduga karena overdosis. Korban diketahui meninggal setelah terjatuh dari sepeda motor yang ditumpanginya di Jln. Proyek Saguling, Kp. Ciakar RT 01/ RW 07, Desa Sarinagen, Kec. Cipongkor sekitar pukul 20.00 WIB.
Perempuan yang masih berusia remaja ini, naik motor Honda Supra Fit yang dikemudikan Agus Nendi (23), warga Kp. Lamping, Desa Sirnagalih, Kec. Cipongkor. Selain dirinya, motor ini dinaiki pula oleh Tina Irawan (18), warga Desa Sukatani, Kec. Haurwangi, Kab. Cianjur.
Pesta miras ini juga melibatkan pasangan suami istri Dedi Kuswara (30) dan Gina (18), warga Kp. Mekarsari, RT 10/RW 04, Desa Saguling, Kec. Batujajar. Selain Nurcahyati yang meninggal, empat penenggak miras tersebut harus dilarikan ke Puskesmas Cipongkor, karena dalam kondisi lemah. Bahkan setelah dibawa ke puskesmas keempatnya tak sadarkan diri.
Salah seorang yang selamat Tina Irawan (18), dalam keadaan masih belum pulih dari pengaruh alkohol kepada wartawan menceritakan, pesta miras diawali di daerah sekitar objek wisata Cipanas Rajamandala, sekitar pukul 15.00 WIB. Lima botol miras merek McDonald dicampur dengan minuman suplemen dalam bentuk serbuk, lalu diminum beramai-ramai.
"Tiap botol tidak diminum sendiri tapi dibagi rata. Tak hanya meminum miras, kami berlima pun minum kopi, susu, dan makanan ringan. Setelah puas, kami berangkat ke Cijenuk, Kec. Cipongkor. Di salah satu rumah teman, pesta miras dilanjutkan. Menjelang gelap, kami berniat pulang tapi Nurcahyati mengeluh sakit pada bagian perutnya sampai sempat pingsan," kata Tina saat ditemui di Puskesmas Cipongkor, Rabu (16/3).
Setelah siuman, Nurcahyati dibonceng Agus yang juga membonceng Tina. Posisi duduk perempuan malang ini berada di deretan paling belakang. Diduga kuat, Nurcahyati kembali tak sadarkan diri sampai akhirnya terjatuh.
Dibawa ke puskesmas
Salah seorang saksi mata Jaelani (32), warga Kp. Ciakar, RT 01/RW 07, Desa Sarinagen mengatakan, pada saat ditemukan warga kondisi Nurcahyati sudah tidak menunjukkan tanda-tanda hidup. Kemudian korban dibawa ke rumah salah seorang warga. Baik korban meninggal maupun selamat, baru dibawa ke puskesmas beberapa jam kemudian.
"Untuk menyelamatkan empat orang lainnya, warga berinisiatif membawa mereka ke Puskesmas Cipongkor. Begitu pun korban yang meninggal juga ikut dibawa ke puskemas. Rabu pagi, sekitar pukul 05.30 WIB korban yang meninggal, sudah dibawa keluarganya ke Cipatat," kata Jaelani.
Baik Jaelani maupun petugas puskesmas yang sempat memeriksa tubuh gadis malang tersebut, tidak menemukan ada luka pada bagian tubuhnya akibat terjatuh dari motor. Saat tubuh korban diangkat dari jalan dalam kondisi sudah meninggal. Bahkan, bagian kuku tangan dan kakinya sudah membiru.
Dokter yang memeriksa kondisi kesehatan korban miras oplosan, dr. Toto Sugianto mengatakan, penanganan yang dilakukan tim medis dari Puskesmas Cipongkor dengan memberikan cairan infus. Sampai Rabu siang, Dedi dan Agus masih belum sadar. Berbeda dengan Gina dan Tina sudah mulai sadar, meski kondisi psikologisnya belum pulih benar.
Ketika ditanya penyebab kematian Nurcahyati, Toto mengaku tidak mengetahui secara pasti. Pasalnya, korban sudah dibawa keluarganya pagi sebelum dia datang. "Saya pribadi bukan dokter puskemas ini. Kapasitas saya hanya ikut membantu menangani korban selamat. Sementara korban meninggal belum sempat diperiksa," katanya.
Sementara itu, Sri Irma Yanti (18) istri Agus Nendi mengaku, baru mendapat kabar kalau suaminya itu dibawa ke Puskesmas Cipongkor karena kecelakaan lalu lintas. Namun setelah sampai di puskesmas barulah diketahui, bahwa suaminya dirawat karena overdosis miras oplosan.
"Saya enggak menyangka sama sekali, kalau Kang Agus overdosis miras. Memang saya tahu suami suka miras, bahkan sebelum menikah pun sudah tahu, tapi tidak mengira bisa seperti ini," ujar Sri yang baru memiliki bayi sembilan bulan.
Kabar kematian yang diduga overdosis miras itu, mengundang perhatian Wakil Bupati Bandung Barat Ernawan Natasaputra, yang menyempatkan diri bersama Kasat Narkoba Polres Cimahi AKP Nyoman Yudhana datang ke Puskesmas Cipongkor.
Begitu sampai di puskesmas, Ernawan Natasaputra segera menggelar rapat dengan petugas medis dari Puskesmas Cipongkor, Camat Cipongkor Dedy Kusniadi, perwakilan dari Dinas Kesehatan KBB, serta sejumlah kepala desa. Setelah mendengar pemaparan dari salah seorang petugas medis dan saksi mata, ia memerintahkan supaya korban selamat dirujuk ke rumah sakit.
"Mengingat korban selamat masih ada yang belum siuman, saya minta segera dibawa ke rumah sakit. Biar mendapat penanganan lebih baik," kata Ernawan Natasaputra yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) KBB.
Keempat korban miras itu akhirnya dirujuk ke RS Cibabat, dengan menggunakan dua unit mobil ambulans sekitar pukul 11.20 WIB. Sampai dibawa ke dalam mobil ambulans, Dedi dan Agus masih belum sadarkan diri. (B.104- ngutip : galamedia )**
Pesta minuman keras (miras) oplosan yang dilakukan dua orang pria dan tiga perempuan di objek wisata Cipanas, Desa Rajamandala, Kec. Cipatat, Kab. Bandung Barat (KBB) berakhir tragis, Selasa (15/3) malam.
Salah seorang di antaranya, Nurcahyati (18), warga Perumahan Cipatat Elok, RT 15/RW 03, Desa Ciptaharja, Kec. Cipatat tewas, diduga karena overdosis. Korban diketahui meninggal setelah terjatuh dari sepeda motor yang ditumpanginya di Jln. Proyek Saguling, Kp. Ciakar RT 01/ RW 07, Desa Sarinagen, Kec. Cipongkor sekitar pukul 20.00 WIB.
Perempuan yang masih berusia remaja ini, naik motor Honda Supra Fit yang dikemudikan Agus Nendi (23), warga Kp. Lamping, Desa Sirnagalih, Kec. Cipongkor. Selain dirinya, motor ini dinaiki pula oleh Tina Irawan (18), warga Desa Sukatani, Kec. Haurwangi, Kab. Cianjur.
Pesta miras ini juga melibatkan pasangan suami istri Dedi Kuswara (30) dan Gina (18), warga Kp. Mekarsari, RT 10/RW 04, Desa Saguling, Kec. Batujajar. Selain Nurcahyati yang meninggal, empat penenggak miras tersebut harus dilarikan ke Puskesmas Cipongkor, karena dalam kondisi lemah. Bahkan setelah dibawa ke puskesmas keempatnya tak sadarkan diri.
Salah seorang yang selamat Tina Irawan (18), dalam keadaan masih belum pulih dari pengaruh alkohol kepada wartawan menceritakan, pesta miras diawali di daerah sekitar objek wisata Cipanas Rajamandala, sekitar pukul 15.00 WIB. Lima botol miras merek McDonald dicampur dengan minuman suplemen dalam bentuk serbuk, lalu diminum beramai-ramai.
"Tiap botol tidak diminum sendiri tapi dibagi rata. Tak hanya meminum miras, kami berlima pun minum kopi, susu, dan makanan ringan. Setelah puas, kami berangkat ke Cijenuk, Kec. Cipongkor. Di salah satu rumah teman, pesta miras dilanjutkan. Menjelang gelap, kami berniat pulang tapi Nurcahyati mengeluh sakit pada bagian perutnya sampai sempat pingsan," kata Tina saat ditemui di Puskesmas Cipongkor, Rabu (16/3).
Setelah siuman, Nurcahyati dibonceng Agus yang juga membonceng Tina. Posisi duduk perempuan malang ini berada di deretan paling belakang. Diduga kuat, Nurcahyati kembali tak sadarkan diri sampai akhirnya terjatuh.
Dibawa ke puskesmas
Salah seorang saksi mata Jaelani (32), warga Kp. Ciakar, RT 01/RW 07, Desa Sarinagen mengatakan, pada saat ditemukan warga kondisi Nurcahyati sudah tidak menunjukkan tanda-tanda hidup. Kemudian korban dibawa ke rumah salah seorang warga. Baik korban meninggal maupun selamat, baru dibawa ke puskesmas beberapa jam kemudian.
"Untuk menyelamatkan empat orang lainnya, warga berinisiatif membawa mereka ke Puskesmas Cipongkor. Begitu pun korban yang meninggal juga ikut dibawa ke puskemas. Rabu pagi, sekitar pukul 05.30 WIB korban yang meninggal, sudah dibawa keluarganya ke Cipatat," kata Jaelani.
Baik Jaelani maupun petugas puskesmas yang sempat memeriksa tubuh gadis malang tersebut, tidak menemukan ada luka pada bagian tubuhnya akibat terjatuh dari motor. Saat tubuh korban diangkat dari jalan dalam kondisi sudah meninggal. Bahkan, bagian kuku tangan dan kakinya sudah membiru.
Dokter yang memeriksa kondisi kesehatan korban miras oplosan, dr. Toto Sugianto mengatakan, penanganan yang dilakukan tim medis dari Puskesmas Cipongkor dengan memberikan cairan infus. Sampai Rabu siang, Dedi dan Agus masih belum sadar. Berbeda dengan Gina dan Tina sudah mulai sadar, meski kondisi psikologisnya belum pulih benar.
Ketika ditanya penyebab kematian Nurcahyati, Toto mengaku tidak mengetahui secara pasti. Pasalnya, korban sudah dibawa keluarganya pagi sebelum dia datang. "Saya pribadi bukan dokter puskemas ini. Kapasitas saya hanya ikut membantu menangani korban selamat. Sementara korban meninggal belum sempat diperiksa," katanya.
Sementara itu, Sri Irma Yanti (18) istri Agus Nendi mengaku, baru mendapat kabar kalau suaminya itu dibawa ke Puskesmas Cipongkor karena kecelakaan lalu lintas. Namun setelah sampai di puskesmas barulah diketahui, bahwa suaminya dirawat karena overdosis miras oplosan.
"Saya enggak menyangka sama sekali, kalau Kang Agus overdosis miras. Memang saya tahu suami suka miras, bahkan sebelum menikah pun sudah tahu, tapi tidak mengira bisa seperti ini," ujar Sri yang baru memiliki bayi sembilan bulan.
Kabar kematian yang diduga overdosis miras itu, mengundang perhatian Wakil Bupati Bandung Barat Ernawan Natasaputra, yang menyempatkan diri bersama Kasat Narkoba Polres Cimahi AKP Nyoman Yudhana datang ke Puskesmas Cipongkor.
Begitu sampai di puskesmas, Ernawan Natasaputra segera menggelar rapat dengan petugas medis dari Puskesmas Cipongkor, Camat Cipongkor Dedy Kusniadi, perwakilan dari Dinas Kesehatan KBB, serta sejumlah kepala desa. Setelah mendengar pemaparan dari salah seorang petugas medis dan saksi mata, ia memerintahkan supaya korban selamat dirujuk ke rumah sakit.
"Mengingat korban selamat masih ada yang belum siuman, saya minta segera dibawa ke rumah sakit. Biar mendapat penanganan lebih baik," kata Ernawan Natasaputra yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) KBB.
Keempat korban miras itu akhirnya dirujuk ke RS Cibabat, dengan menggunakan dua unit mobil ambulans sekitar pukul 11.20 WIB. Sampai dibawa ke dalam mobil ambulans, Dedi dan Agus masih belum sadarkan diri. (B.104- ngutip : galamedia )**

0 komentar:
Posting Komentar